Ringkasan proyek
Posisi cut-off minggu 31. Basis lingkup Addendum 2 dinyatakan ulang menjadi 101,68 poin; pekerjaan kurang tidak masuk target. Angka basis lama tetap ditampilkan agar bisa direkonsiliasi dengan laporan mingguan yang berjalan.
Komposisi bobot terhadap lingkup Addendum 2
Laju penyelesaian dan proyeksi
Garis sebelum minggu 30 adalah laju rata-rata, bukan kurva realisasi mingguan — berkas yang ada hanya memuat posisi minggu 29 dan 30. Untuk kurva-S yang benar, dibutuhkan rekap bobot per minggu dari minggu 1.
25 pekerjaan tambah dengan tabungan progress terbesar
| Kode | Pekerjaan tambah | Bobot tambah | Capaian | Bobot ditabung | Nilai (Rp) |
|---|
Identitas kontrak
Komposisi item
Divisi pekerjaan
Bobot memakai kolom Bobot Addendum 2 apa adanya, total lingkup 101,68 poin. Klik baris divisi untuk menguraikan sebarannya per area, lalu klik area untuk melihat item-itemnya.
| Divisi | Serapan bobot | Bobot kontrak | Realisasi | Sisa bobot | Capaian | Item | Selesai | Nol |
|---|
Divisi dengan sisa bobot terbesar adalah pengungkit terbesar terhadap deviasi. Mengejar item bersisa bobot kecil hampir tidak menggerakkan kurva.
Kurva-S rencana & realisasi
Realisasi minggu 1 sampai 31 dari lampiran dan berkas pembaruan Anda; rencana R.2 dipotong di minggu 31. Rencana R.3 ke depan diturunkan dari spreading tiap item.
Rincian per minggu
| Minggu | Periode | Rencana minggu | Rencana kumulatif | Realisasi minggu | Realisasi kumulatif | Rencana R.3 | Item kritis | Deviasi |
|---|
Mapping denah
Tanggal penyelesaian dihitung per ruangan, lalu diringkas ke gedungnya — tanggal pada denah adalah tanggal ruangan terakhir yang tuntas di gedung itu. Klik gedung untuk memperbesar dan menyaring daftar ruangannya.
Rincian per gedung
Lokasi & lantai
Area, lantai, dan ruang kini dibaca langsung dari WBS Primavera (PEP002-A3.xer, 821 simpul) — bukan lagi dari judul BOQ. Item yang simpulnya tidak menyebut lokasi mewarisi lokasi simpul induknya.
Sisa bobot per area × lantai
| Area | Lantai | Serapan | Bobot | Realisasi | Sisa | Capaian | Item |
|---|
30 ruang dengan sisa bobot terbesar
| Ruang | Area / lantai | Serapan | Bobot | Sisa | Item |
|---|
Ruang inilah satuan kerja pelaksana di lapangan. Satu ruang tuntas berarti satu blok bobot terkunci, bukan tersebar setengah jadi di banyak tempat.
Daftar item pekerjaan
Seluruh item lingkup Addendum 2. Kolom bobot memakai Bobot Addendum 2 dari lembar RINCIAN, jadi angkanya sama persis dengan Excel Anda — total lingkup 101,68 poin pada skala bobot kontrak lama. Saringan status boleh dipilih lebih dari satu, dan judul kolom tetap menempel di atas saat digulir.
| Kode unik | Item pekerjaan & lokasi | Divisi | Volume | Terpasang | Bobot | Sisa bobot | Capaian | Status |
|---|
Papan status
Item dikelompokkan menurut capaian, diurutkan dari bobot terbesar. Kartu teratas adalah pekerjaan yang paling menentukan.
Pekerjaan kurang (Addendum 2)
Item yang dikeluarkan dari lingkup lewat Addendum 2. Pada lembar RINCIAN, kolom Bobot Addendum 2 dan Bobot Yang Dapat Diprogress keduanya nol. Item ini tidak lagi masuk target dan tidak muncul di tampilan lain.
25 item kurang dengan bobot terbesar (bobot pada basis kontrak lama)
| Kode | Item pekerjaan | Divisi | Bobot lama | Sudah terlanjur | Nilai (Rp) |
|---|
Papan harian
Empat belas hari ke depan (Sen–Min, 2 shift). Setiap kotak adalah fase yang harus berjalan di area itu pada hari itu — dipakai pelaksana untuk mengevaluasi apa yang seharusnya dikerjakan hari ini.
Look-ahead — target tambahan bobot per periode
Target tambahan bobot per periode. Angka bersifat kumulatif dari hari ini — "4 minggu" sudah memuat isi minggu 1 sampai 4.
| Area | Fase | Porsi | Target bobot | Baris kerja |
|---|
Kebutuhan material
Tanggal order terakhir dihitung mundur 21 hari dari tanggal material dibutuhkan di lapangan (14 hari kirim + 7 hari cadangan). Ganti angka itu per material di berkas Excel.
| Material | Divisi | Area | Kebutuhan sisa | Butuh di lapangan | Order terakhir | Status |
|---|
Pelacakan shop drawing
Register gambar yang sesungguhnya, dari berkas Monitoring Document Deliverable. Satu baris satu gambar, dan yang dilacak adalah di tangan siapa gambar itu berhenti sekarang serta sudah berapa lama diam di sana.
Di tangan siapa gambar berhenti
| Posisi dokumen | Sebaran | Jumlah gambar |
|---|
| No. gambar | Judul | Disiplin | Ditahan di | Ditolak | Diam | Gerak terakhir |
|---|
Ringkas per disiplin (gambar yang belum tuntas)
| Disiplin | Belum tuntas | Di MK | Di Pepro | Median diam | Terlama |
|---|
Kebutuhan tenaga per keahlian
Faktor adalah laju yang dibutuhkan dibagi laju yang benar-benar dicapai kelompok itu selama 30 minggu. Isi jumlah tenaga saat ini di berkas Excel untuk mendapat angka penambahan.
| Keahlian | Area penugasan | Item | Bobot sisa | Mulai | Selesai | Laju historis | Laju dibutuhkan | Faktor | Saran |
|---|
Faktor di bawah 1,2 umumnya bisa dikejar dengan lembur terukur. Di atas itu, yang kurang adalah jumlah regu, bukan jam kerja.
Sorotan & risiko
Dua hal yang paling layak ditindaklanjuti: item yang menahan kurva, dan kondisi berkas jadwal P6 itu sendiri.
25 item dengan sisa bobot terbesar
| Kode | Item pekerjaan | Divisi | Bobot | Capaian | Sisa bobot | Nilai (Rp) |
|---|
Lintasan kritis
Penamaan WBS yang perlu dikoreksi
| Kode | Item | Lantai menurut WBS | Jalur WBS |
|---|
Pemeriksaan berkas jadwal P6
Aktivitas yang selesai melewati 9 Oktober 2026
| Aktivitas | Nama | Divisi | Selesai | Anggaran (Rp) |
|---|